“Setidaknya diriku merasa tenang sudah diperjuangkan walaupun nggak ada hasilnya”, kalimat ini melintas dalam chat bersama seorang rekan.  Saya langsung ngakak.  Geli ketika mendengar kalimat milik saya itu dilontarkan kembali oleh orang lain.  Tapi kalimat ini memang pernyataan terjujur yang pernah saya ungkapkan padanya.  Ada sejarah panjang kemunculan kalimat sederhana itu.

Pada suatu keadaan, saya pernah mengambil satu keputusan ekstrim.  Entahlah.  Mungkin setelah diterpa berbagai badai kehidupan (duh, bahasanya yah? 😆 ), saya mulai nekad memintas jalan.  Salah??  Tentu saja!  Tapi namanya manusia, pasti aja selalu punya pembenaran atas keputusan-keputusannya.  Termasuk saya yang saat itu lagi dilema.  #Eaaa….

Ah, mengenangnya aja masih terasa manis asem asinnya!  Singkatnya, masa itu bisa dibilang masa kegelapan saya deh.  Akibatnya semua serba salah.  Ehm…bukannya nggak tahu sih bakal ada buntut panjang begini.  Tahu…tapi itulah keputusan terbaik kala itu yang bisa saya lakukan.  Titik!

Apa yang terjadi kemudian??  Saya perlu waktu  hampir empat tahun untuk memperbaikinya.  Tahun pertama yang terberat karena saya harus menelan semua tudingan dan amarah.  Bahkan pihak yang tak ada sangkut pautnya pun turut menghujat.  Duh, bagi saya saat itu untuk bisa berdiri, berjalan lalu tersenyum dan mencoba berkata baik di hadapan mereka adalah sebuah perjuangan.

Tahun berikutnya lebih mudah.  Saya sudah mulai menyesuaikan diri dengan keadaan dan melihat peluang.  Satu dua kesempatan muncul tapi belum bisa memulihkan keadaan.  Sampai Allah SWT menolong dengan perantara hamba lainnya.  Akhirnya, saya merasa bukan sebuah kebetulan bertemu dengan kenalan sahabat.  Inilah cara Allah SWT mengeluarkan saya dari lobang gelap itu.  Alhamdulillah!

Itulah sebabnya ada hari ini.  Hari dimana saya merayakannya bersama senior yang selalu mendukung juga teman-teman baru yang tanpa saya sadari telah bertumbuh di hati.  Bahkan juga orang-orang yang menghujat dan mencela di masa lalu.  Semua memberi selamat juga menyelipkan doa.

Ah, hati mengharu biru teringat orang-orang yang selama ini peduli.  Merekalah yang membersamai menghadapi masa-masa sulit itu.  Tak terbayang seandainya tangan-tangan mereka enggan menggenggam.  Maka rasanya perayaan hari ini bagi saya bukan hanya tentang gagal atau berhasil.  Tapi tentang sebuah proses yang saya lewati.  Saat tahu seseorang memperjuangkanmu, maka kamu takkan begitu peduli pada hasilnya.  Ini murni ketulusan!

Bukan pula sekedar perayaan bertambahnya recehan di rekening.  Tapi ini kepercayaan.  Sebuah kesempatan kedua yang diberikan agar memperbaiki diri.  Saya memang tak sebanding ekspektasi mereka.  Sama seperti manusia lainnya, saya punya banyak kelemahan dan kekurangan.  Kesempatan kedua inilah yang memberikan kembali rasa percaya diri untuk berjalan lurus dengan kepala tegak.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.  Syukur saya tak terhingga pada Allah SWT.  Lelah tahun-tahun terakhir ini terbayar sudah.  Ujian kemarin, saya naik kelas meski dengan percobaan, hehe….  Hari ini saya memasuki kelas baru.  Mungkin pula ujian-ujian baru.  Saya hanya perlu tetap berjuang, sabar menghadapi persoalan yang diujikan lalu bersyukur atas setiap nikmat yang Allah SWT limpahkan.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”(TQS. Ibrahim:  14).

“Perasaan kenal deh kata-katanya…”, balas saya.

“Mirip kata-kata penyair hebat ya, Mbak…”, olokannya tak urung membuat saya kembali tertawa.

Ya Rabb, jadikanlah kami hamba-hamba yang senantiasa bersyukur baik dalam hati, lisan maupun perbuatan.  Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus shalihaat (Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya sempurnalah seluruh kebaikan).

*Ditulis sambil memikirkan kembali tentang orang-orang yang mendampingi saya.  Terima kasih banyak atas telinga yang mendengarkan dan sebuah kesempatan.  Semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan lainnya… 🙂

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *