Kata rindu itu bukan tertuju pada makhluk. Tapi aktivitas. Belakangan ini waktu terasa begitu cepat berlalu dan membenamkan saya dalam rutinitas kantor. Ide-ide yang berlocatan di kepala pun tak mampu dieksekusi. Bahkan ketika beberapa orang bertanya, kenapa belum update blog? Saya hanya bisa tersenyum saja. Yang paling mengenaskan ketika seseorang mengingatkan tentang aktivitas sebagai blogger. Duh, setelah hiatus sekian lama kayaknya saya malu deh ngaku-ngaku blogger! *Langsung tutup muka dengan bantal…

Aktivitas menulis sih tetap dilakoni, hanya saja untuk keperluan kantor. Tapi menulis di blog dan menulis untuk keperluan publikasi humas itu sangatlah berbeda, baik dari style hingga isi. Di tahap awal, saya harus menyesuaikan pemilihan bahasa dan kalimat. Maklumlah, selama ini sudah terbiasa dengan gaya menulis suka-suka. Lalu tiba-tiba diikat dengan ketentuan yang kadang membuat aktivitas menulis terasa berat. Pssttt…bahkan pernah ada yang gagal tayang karena artikelnya mangkrak. Saya nggak punya ide melanjutkan isi tulisan hingga akhirnya basi. Dan itu menjadi bagian pengalaman pahitnya. Meski begitu, pengalaman menyenangkannya jauh lebih banyak. Mengikuti workshop, bimtek, bahkan sekedar minum kopi sambil berbincang saja sudah membuat bahagia. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang didapat. Saya sungguh berharap bahwa hari-hari yang dilewati sebagai public relations itu akan memperkaya pengalaman hidup. Juga berkorelasi positif terhadap aktivitas favorit saya : menulis di blog demi membagikan pemikiran. Biar nggak butek karena kelamaan disimpan di kepala, hehe….

Kenapa kok ngotot menulis lagi? Pertama, memenuhi komitmen pada diri sendiri sejak pertama kali memutuskan memiliki blog. Yang kedua untuk memperpanjang usia. Kok bisa? Ya, besok lusa kita bisa dipanggil Allah SWT kapan saja. Tulisan yang tertinggal itulah yang menjadi jejak keberadaan kita di muka bumi. Syukur-syukur jika tulisan itu bermanfaat buat manusia.

Menariknya, niatan kembali aktif menulis di blog ini juga terdorong pertanyaan dalam wawancara masuk kampus bulan lalu. Ditambah pula kemarin, salah satu dosen mengatakan, “Penulis itu punya style dan substance ketika menulis. Style bagus tapi nggak ada isinya percuma. Carilah penulis yang memiliki keduanya”. Kalimat ini meski ditujukan agar kami memilih buku yang berkualitas, tapi menjadi cambuk bagi diri.

“Ya, ingat lagi. Dulu kamu pernah bermimpi membagikan cerita-cerita baik bagi manusia. Meskipun setelah hidup sekian lama saya menyadari telah tumbuh menjadi manusia, yang sayangnya masih banyak gagal menjalani hidup penuh kebajikan, tapi setidaknya saya ingin meninggalkan jejak digital yang bermanfaat”.

Itulah sebabnya, hari ini kamu akhirnya bisa membaca kembali postingan terbaru di blog ini. Maafkan jika masih belum “berisi” sesuai ekspektasi. Saya masih belajar dan akan terus belajar. Semoga kedepannya benar-benar bisa menjadi content creator yang lebih baik lagi. Mohon doa dari semua pembaca.

*Ditulis setelah menjalani hari sebagai Maba…^_*

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *