Negeri Sakti

Negeri Sakti

Hei...pernahkah kamu mendengar tentang Negeri Sakti? Jika belum, mari saya ceritakan sedikit. Maklumlah, baru-baru ini saya sedang doyan jalan-jalan. Jadi bawaannya pengen cerita tentang kesan-kesan pada sesuatu yang dilihat dan rasakan. Kok yaaa...kalau dipendam itu sayang pake bingits! Lagipula katanya, kalau nggak dikeluarin malah bisa jadi penyakit! Bahaya kan?? Adapun tentang Negeri Sakti ini, saya sudah mendengarnya sejak lama. Ama pernah mendongeng di masa kecil, "Nak, orang bilang negeri yang dipimpin trah para bangsawan itu banyak dzalim. Ia membedakan manusia berdasarkan darah yang sejatinya berwarna merah. Tapi tahukah kamu? Hakikat kekuasaan itu sama saja. Lihatlah Negeri Sakti..." Lalu mengalirlah kisahnya. Bahwa pemimpin negerinya tak disebut raja namun presiden. Tapi kekuasaannya sama, tak mengenal batas dan waktu juga. "Jadi bisa seumur hidup, Ma?", tanya saya yang masih polos. "Teorinya sih nggak bisa, Nak! Tapi namanya juga Negeri Sakti. Siapapun yang berkuasa, dia boleh bikin aturan. Dan aturan itu disetting seolah rakyatlah yang menginginkannya...". Saya manggut-manggut padahal tak terlalu mengerti maksudnya. Beberapa tahun kemudian, kami menyaksikan hal baru....
Read More
Membentuk Karakter melalui Tokoh Sejarah Islam

Membentuk Karakter melalui Tokoh Sejarah Islam

"History ia a people's memory, and without memory, man is demoted to the lower animals" ~ Malcolm-X Sejarah?? Oh, no!! Saya dulu paling sebal kalo sudah berurusan dengan pelajaran sejarah! Banyak tahun dihafal, banyak kejadian yang diingat dan banyak pula tokoh harus dikenali. Beuh, rasanya njlimet di kepala. Lagipula apa hubungannya dengan kehidupan saya sekarang?? Ketidakpedulian pada sejarah ini kemudian berubah karena besarnya rasa malu. Suatu hari saya disentil dengan pertanyaan, kenalkah dengan Khalid bin Walid? Hah?? Siapa itu? Saya terheran-heran! Selama ini tokoh Islam yang saya kenal hanya sebatas Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Itu pun hanya garis besarnya saja karena mereka pernah masuk dalam pelajaran agama Islam di sekolah. Khulafaur Rasyidin, demikian mereka digelari. Bahkan makna persis sebutan 'khulafaur rasyidin' itu pun saya kurang paham. Bagaimana dengan Panglima Para Syuhada : Hamzah?? Kening berkerut seribu pun percuma karena saya tak punya simpanan data. Benarlah apa yang disampaikan Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani bahwa "Berpikir tidak akan bisa...
Read More
Jejak Literasi di Masa Kejayaan Islam

Jejak Literasi di Masa Kejayaan Islam

Konon ada pelajaran tertentu yang ditekuni oleh orang-orang hebat. Pertama bahasa dan yang kedua adalah sejarah. Para negarawan mempelajari bahasa salah satunya agar bisa menjalin komunikasi efektif. Mereka juga menyelami sejarah agar bisa mengambil pelajaran. Tak mengulangi kesalahan dan mampu menorehkan prestasi lebih baik dibanding pendahulunya. Dalam sejarah dunia, Islam pernah menempati posisi sebagai poros peradaban. Di saat bangsa Eropa masih berada dalam masa kegelapan, Islam telah menerangi manusia dengan peradaban gemilang. Kegemilangan ini dimulai dari masyarakat arab jahiliyah terbelakang yang bermetamorfosa menjadi sebuah kekuatan besar. Awalnya hanya berpondasi di Madinah. Namun seiring berjalannya waktu, wilayah kekuasaan Islam terus berkembang di semenanjung arab dan sekitarnya. Lalu meluas melintasi benua dan samudera. Beberapa sejarahwan bahkan menuliskan, wilayah kekuasaan Islam itu hampir meliputi sepertiga bagian dunia. Luar biasa! Tak heran jika akhirnya Islam menjadi poros peradaban dunia. Aqidah yang menghujam kokoh di sanubari, syariat yang selalu terjaga dalam keseharian kaum muslim menjadikan mereka generasi terbaik. Tak hanya menaklukkan peradaban besar yang telah mapan ratusan tahun...
Read More
Hijrah dan Istiqamah

Hijrah dan Istiqamah

Hijrah. Kata ini demikian populer akhir-akhir ini. Banyak yang mengatakan sedang mencoba berproses menjadi lebih baik. Berhijrah. Kata ini makin populer di media sosial memasuki tahun baru Islam seperti sekarang. Sebagaimana kita ketahui, tahun baru Islam ini memang menjadi sebuah momentum yang menandai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Ya, peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw dari Kota Makkah ke Madinah. Saat membaca sirah, tergambar jelas perjuangan dan pengorbanan Rasulullah SAW beserta para sahabat untuk mempertahankan risalah Islam 14 abad silam. Tak terbayang penderitaan yang harus ditanggung mereka di siang terik dan malam gulita.  Berjalan kaki, naik turun gunung terjal berbatu juga melewati padang pasir tandus. Itu pun dengan perbekalan seadanya. Padahal di Makkah mereka bisa hidup nyaman jika berkompromi dengan orang-orang musyrik. Namun semua itu tak mereka lakukan! Berhijrah hakikatnya merupakan sebuah langkah strategis guna membangun basis kekuatan baru kaum muslimin. Institusi yang menaungi kaum muslim dan dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, dilanjutkan Khulafaur Rasyidin hingga Turki Ottoman. Empat belas abad lebih telah berlalu dari peristiwa...
Read More