Berjuang Lalu Bersyukur

Berjuang Lalu Bersyukur

“Setidaknya diriku merasa tenang sudah diperjuangkan walaupun nggak ada hasilnya”, kalimat ini melintas dalam chat bersama seorang rekan.  Saya langsung ngakak.  Geli ketika mendengar kalimat milik saya itu dilontarkan kembali oleh orang lain.  Tapi kalimat ini memang pernyataan terjujur yang pernah saya ungkapkan padanya.  Ada sejarah panjang kemunculan kalimat sederhana itu. Pada suatu keadaan, saya pernah mengambil satu keputusan ekstrim.  Entahlah.  Mungkin setelah diterpa berbagai badai kehidupan (duh, bahasanya yah? :lol: ), saya mulai nekad memintas jalan.  Salah??  Tentu saja!  Tapi namanya manusia, pasti aja selalu punya pembenaran atas keputusan-keputusannya.  Termasuk saya yang saat itu lagi dilema.  #Eaaa.... Ah, mengenangnya aja masih terasa manis asem asinnya!  Singkatnya, masa itu bisa dibilang masa kegelapan saya deh.  Akibatnya semua serba salah.  Ehm...bukannya nggak tahu sih bakal ada buntut panjang begini.  Tahu...tapi itulah keputusan terbaik kala itu yang bisa saya lakukan.  Titik! Apa yang terjadi kemudian??  Saya perlu waktu  hampir empat tahun untuk memperbaikinya.  Tahun pertama yang terberat karena saya harus menelan semua tudingan dan amarah. ...
Read More
Satu Suku Beda Bangsa

Satu Suku Beda Bangsa

Dalam kepala saya jika mendengar kata luar negeri, maka yang terbayang adalah bule berkulit putih, bermata biru, berambut pirang.  Atau sebaliknya, berambut gimbal dengan kulit hitam nan eksotis.  Atau juga, ehm...bermata sipit cute menggoda seperti idol-idol zaman sekolah saya dulu, hehe....  Ups.... :lol: Tapi ajaibnya pikiran itu terganggu ketika Ama bercerita tentang salah satu upacara adat yang dihadiri dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Brunei.  Mengapa hadir disini??  Karena ada beberapa sanak keluarga yang konon menikah dengan keluarga kesultanan mereka.  Udah, nggak usah tanya yang mana!  Saya juga nggak kenal dekat kok, hehe.... Inilah yang kemudian memicu rasa penasaran masa kecil.  Kenapa pulau Kalimantan kami ini harus terbagi menjadi tiga negara??  Sebagian besar masuk dalam wilayah Indonesia, sebagian lainnya masuk dalam Malaysia dan Brunei Darussalam.  Sosok yang sama seperti kami, berkulit sawo matang hingga kuning langsat dengan perawakan sedang dan berambut hitam.   Bahkan satu suku dengan kami yang ada di bagian wilayah Indonesia.  Eta terangkanlah! Kini, suasana panas kembali melingkupi.  Yah, kalau melihat...
Read More
Gara-gara Janggut

Gara-gara Janggut

Ikhwan berjanggut? Ehm...ikhwan yang mana nih? Eits, sebenarnya bukan mau ngebahas ikhwan kali ya? Tapi karena janggut itu milik ikhwan, terpaksa deh kita bawa-bawa... :lol: Kisah sebenarnya sih sederhana. Suatu hari saya ngobrol dengan salah satu sahabat. "Eh, gimana kabarnya si ucup?", tanya saya tiba-tiba teringat adiknya yang baru wisuda beberapa waktu lalu. Maka meluncurlah kisah si kakak tentang suka duka si adik melamar pekerjaan dengan latar pendidikan teknik mesinnya. Dari total sekian ratus pelamar di perusahaan tambang itu, hanya puluhan orang yang memenuhi syarat dan mendapat panggilan wawancara. Dan dari sekian orang yang diwawancara, Ucup kelihatannya belum juga memenuhi kriteria. Duh, susah amat ya? Sampai beberapa waktu lalu, Ucup mendadak mendapat panggilan kerja. Memang sih bukan mengisi posisi yang semula dilamar. Tapi justru itu ajaibnya. Ia diminta mengelola cabang usaha lain perusahaan tersebut. Langsung deh saya heboh mendengarnya! "Tahu nggak pas ditanya kenapa dia diterima?", tanya sahabat saya. "Emang apa kata bosnya?", saya penasaran juga akhirnya. "Gara-gara janggut!", jawabnya sambil tertawa geli. Hah?? Nggak salah...
Read More
Bukan Travel Writer

Bukan Travel Writer

Dulu saya sangat tertarik saat melihat bule yang jalan-jalan dengan ransel super besar.  Ketertarikan itu makin muncul ke permukaan ketika guru bahasa mengundang para pelancong luar negeri itu ke sekolah dan menceritakan jejak petualangan mereka dari negara asalnya hingga ke tempat kami.  Sejak itulah terlintas dalam benak remaja saya, betapa kerennya orang-orang yang bisa jalan-jalan keliling dunia! Ketertarikan itu kemudian ditunjang dengan buku bacaan remaja yang kebanyakan memang berlatar negeri-negeri empat musim.  Semakin seru kisah yang saya baca maka semakin tertariklah dengan negeri-negeri jauh yang diceritakan tersebut.  Amerika, Eropa hingga Jepang pun akhirnya menjadi negeri favorit.  Ya, begitulah gambaran besarnya pengaruh buku terhadap jiwa pembaca! Saat mulai menulis diblog lama, sahabat saya Adel selalu penasaran perihal mengapa tak pernah menulis kisah saat ngebolang?  Hmmm...saat itu pun saya bilang, “nggak matching sama niat awalnya yang fokus pada opini!”.  Ya, niat awalnya ngeblog dulu itu sebenarnya ingin menyederhanakan ide-ide Islam dalam bahasa populer, bukan bahasa kitab.  Pokoknya bahasa saya serapan sendiri, hehe....  Pengalaman-pengalaman saat...
Read More