Dancing in The Rain

Dancing in The Rain

“Life isn’t about waiting the storm to pass.  It’s about learning to dance in the rain” ~Vivian Greene~ “Kalut akibat masalah hidup, seorang penumpang kapal terjun ke laut”, kurang lebih demikian salah satu judul berita yang saya baca beberapa hari lalu.  Berhubung media lokal, saya pun langsung cuss mengunjungi portal beritanya.  Seorang penumpang berinisial DR (39 tahun) ini nekad menceburkan diri ke laut.  Setelah pencarian selama dua belas jam ia pun ditemukan oleh nelayan dalam keadaan masih hidup namun menolak diselamatkan.  Mungkin dia sudah tak tahan menanggung derita perpisahan dengan istri, bingung akibat tak mempunyai pekerjaan hingga menghidupi dua anaknya.  Meski demikian, artikel lain menyebut bahwa saat ditemukan ia mengenakan baju pelampung.  Jadi semacam hidup segan mati tak mau?? Disaat yang sama, saya mendengar kemelut lainnya.  Sepasang suami istri yang mengalami kebangkrutan.  Terjebak hutang hingga rumah pun melayang dan hidup menumpang.  Putra satu-satunya bukan membantu malah membuat masalah hidup makin membuntu.  Padahal masih ada putri bungsu yang harus diperjuangkan pendidikannya.  Namun sepasang...
Read More
Ketika Sider Bicara Dinamika

Ketika Sider Bicara Dinamika

“There is nothing permanent except change!” ~Heraclitus~ Punya grup WA?  Ada berapa grup yang kamu ikuti?  Sepuluh?  Dua puluh?  Atau mungkin ratusan??  Wowww!!  Tapi memang ada yang punya grup WA sebanyak itu!  Saya sendiri justru tipe yang agak selektif jika berurusan dengan gabung bergabung dengan grup ini.  Alasannya sederhana :  saya tak ingin menghabiskan waktu dengan mengikuti grup yang tidak akan memberikan kontribusi pada diri saya.  Kejam ya?  Tapi saya hanya ehm...sedang berusaha menata diri.  Itu saja!  *Please, jangan dibully habis ini yah.... :) Sedihnya, salah satu grup yang saya meminta sendiri untuk bergabung (bukan diundang) justru memutuskan membubarkan diri.  Ini bukan seperti grup menulis yang saya ikuti dan memang menetapkan aturan jika tak menulis maka silahkan keluar!  Atau grup resensi yang jika tak setor resensi maka langsung di DO oleh adminnya.  Tapi grup ini bubar!  Iyess...bubar!  *Diulang-ulang biar muncul efek dramatis, wkwk.... :lol: Meski saya hanya sider aka silent rider di grup tersebut namun sejujurnya ini salah satu grup yang bikin saya betah...
Read More
Mengenang Tanda Seru (!)-ku

Mengenang Tanda Seru (!)-ku

Teknologi bertambah maju. Dunia pun berubah. Dulu kalau ingin menyampaikan opini, kita harus mengirimkan tulisan ke berbagai media cetak. Entah itu koran atau majalah. Itu pun belum tentu dimuat! Kalau tidak memenuhi standar media yang dituju, tulisan kita pun berakhir disana.  Tapi sekarang, hanya berbekal gawai saja kita sudah bisa langsung membagikan opini. Baik melalui media sosial maupun blog. Saya sendiri tertarik ngeblog sejak "diracuni" oleh tulisan "seleb kampus" zaman kuliah dulu, wkwk... :lol Saat membaca tulisan yang bergaya cuek tapi analoginya ngena banget itu, saya pun jatuh cinta. Saya sering menanti-nanti kapan tulisan berikutnya muncul? Tema konyol apa lagi yang ia angkat?? Fakta kekinian, analisis tajam dengan bahasa renyah, jadi deh bikin betah!  Rasanya jadi pengen juga bikin rumah maya, tempat mengeluarkan semua ide di kepala. Terutama ketika saya merasa juga punya banyak kisah ajaib saat menjalani tugas di daerah pedalaman. Anak manja yang terbiasa di kota, demikian keraguan Ama. Apakah anak gadisnya ini akan survive menghadapinya? ;) Di hari-hari awal, tentu saja...
Read More
Apa Media Sosial Favoritmu?

Apa Media Sosial Favoritmu?

Di era smartphone seperti sekarang, punya beberapa akun media sosial berbeda sepertinya ya biasa! Pake facebook, twitter, instagram, path, dll. Pokoknya semua ada! Saya pun termasuk yang begini! Facebook pake, twitter punya, instagram eksis, blog apalagi! Meski begitu, jujur saja tak semua akun ini saya manfaatkan dengan baik. Kalau blog jelas yaa keberadaannya memang yang paling bikin hati saya berbunga. Ya iyalah, soalnya dia menampung semua unek-unek di kepala ini. Sementara yang lain? Ehm...zaman penduduk facebook masih ramah, saya paling suka media sosial ini. Terutama karena ia tak membatasi karakter huruf seperti twitter! Lagipula kebanyakan kenalan saya beraktivitas dengan facebook. Dan ini alasan terbesar saya menyukainya! Dulu rasanya agak aneh ketika punya teman tapi tak dikenal. Makanya kalau belum kenal, biasanya saya usahakan kenalan dulu. Biar nyaman berinteraksi! Maksudnya sih begitu... ;) Tapi seiring waktu, sepertinya kebiasaan ini terlupakan. Akibatnya saya punya banyak teman yang tidak benar-benar saya kenal. Sebagai orang yang ingin memasarkan tulisan, sebenarnya ini bukan masalah besar kali yes? Tapi...
Read More