Filosofi Kopi

Filosofi Kopi

Segelas kopi hitam panas mengepulkan asap dalam gelas alumunium tempo dulu.  Gelas ukuran kecil itu jika diseruput akan menyuguhkan sensasi manis dan pahit sekaligus.  Ya, ini kopi yang terbiasa disuguhkan oleh tetua di rumah kami sejak dulu.  Neya1 termasuk pecandu kopi!  Begitu pula Ama2!  Jika pagi tiba, aroma kopi hitam manis nan pekat itu pasti menguar.  Menemani sarapan bersama kue-kue tradisional.  Maka wajar jika kebiasaan itu menurun dan menimbulkan efek tetiba rasanya dunia ini hampa saat pertama kali dapat larangan minum kopi dari dokter!  Oke, kalimat itu memang lebay pake bingits, hehe.... :) Tapi bagi kami, life begins after coffee itu memang terjadi!  Kopi seolah menjadi mood booster terbaik saat memulai hari, mengatasi rasa ngantuk hingga kumpul-kumpul bersama teman dan keluarga.  Unsur kopi menjadi pelengkap terbaik dalam keseharian.  Aih, sok romantis ala pecinta kopi banget ya?  Haha... :lol: Hmmm...sebenarnya sih tulisan ini bermula gegara timeline media sosial saya menghambur pro kontra seputar Starbucks.  Sebagaimana yang kita ketahui, warung kopi raksasa yang berpusat...
Read More