Cado Cado (Catatan Dodol Calon Dokter)

Cado Cado (Catatan Dodol Calon Dokter)

Judul Buku  : Cado Cado (Catatan Dodol Calon Dokter) Penulis         : Ferdiriva Hamzah Penerbit      : Bukune Tebal Buku : 200 Halaman Genre          : Non Fiksi - Komedi Cetakan       : Kesepuluh, Tahun 2014 Banyak diantara kita yang ketika kecil ditanya tentang cita-cita, akan menjawab : dokter! Kenapa? Karena bagi kita dokter itu profesi yang keren. Ya kan ya kan?? Nah, ternyata kerennya mereka itu nggak tetiba jadi ketika terucap mantra sim salabim. Ada proses panjangnya. Biasanya sih proses panjang ini akan digambarkan secara serius demi menjadi inspirasi kawula muda yah?? Tapi Riva (panggilan penulis yang saat ini berprofesi sebagai dokter spesialis mata itu) justru menceritakan pengalamannya selama berjuang menyelesaikan ko-ass dalam bahasa kocak bahkan terkadang tengil. Dimulai dengan penjelasan ala-ala tentang ko-ass yaitu ketika mahasiswa(i) kedokteran selesai mempelajari teori dan praktek di kampus selama delapan semester, mereka pun resmi menyandang gelar sarjana kedokteran. Apakah sudah bisa praktek?? Belum!! Mereka kudu ngenjalanin ko-ass dulu selama 2 tahun. Bisa kurang...
Read More
Markesot Bertutur

Markesot Bertutur

Kolom Markesot Bertuturnya Emha Ainun Najib yang dibukukan ini saya temukan di detik-detik terakhir saat berada di toko buku.  Demi buku ini, saya rela menggusur novel milik penulis favorit saya.  Maklumlah, kuota dana terbatas... *Ups...^_* Membaca sinopsis  di bagian belakang buku itu saja sudah bikin penasaran berat.  Apalagi setelah membaca lembar demi lembar isinya!  Terasa benar idealisme yang disuarakan  sang penulis.  Kebanyakan isi kolom ini adalah kritik pada penguasa ala Cak Nun yang memang bikin saya sukses merasakan nano-nano.  Sentilan-sentilan ala Markesot, Markendi, Markembloh dan Mar-Mar lainnya yang tergabung dalam KPMb (Konsorsium Para Mbambung) yang bernas dan cerdas itu mampu membuat saya hanyut bersama mereka.  Kadang prihatin, kadang sedih, kadang ikut marah dan tak terima!  Namun akhirnya tertawa juga!  Tak percaya? Mari kita baca bersama salah satunya! *** Kepekaan Untuk Mengamankan Demokrasi Tatkala sedang asyik-asyiknya para penghuni rumah Markesot mendiskusikan dan memperdebatkan isi Majalah Dinding yang makin hari makin aneh-aneh saja, mendadak datang seorang tamu yang tergopoh-gopoh dengan wajah pucat dan ketakutan. “Hei!  Kamu...,” Markesot...
Read More
12