Mencari Sakura di Cibodas

Mencari Sakura di Cibodas

                        Satu hal yang paling saya suka saat membaca komik atau menonton kartun Jepang ketika kecil adalah melihat ilustrasi pohon sakura berbunga. Duh duh, rasanya gimanaaa gitu yah melihat para tokoh itu duduk menggelar tikar di bawah rindang pohon penuh bunga. Putih dengan sedikit pink, kuning muda, pink, hijau muda bahkan merah menyala. Semua mekar bersamaan sementara matahari musim semi bersinar lembut dan angin bertiup sepoi. Pas banget deh buat piknik keluarga sambil bermain juga membaca di bawahnya. Atau lain waktu, tokoh utama sedang jalan kaki. Dari ujung ke ujung, jalanan yang dilaluinya dipenuhi pohon sakura. Beberapa kelopak bunga melayang dan jatuh di bahu atau kepalanya. Mungkin karena tiupan angin atau mungkin juga karena sudah mendekati masa rontoknya. Terkadang jika angin agak kencang, kelopak bunga berjatuhan laksana rintik hujan. Hanya dengan membuka telapak tangan, helaian indah itu pun bisa kita sentuh. Ah, drama banget ya? Haha.... :lol: Itulah sebabnya, salah satu impian masa kecil saya, selain menjelajahi negeri empat musim (karena ehm...pengen nemu...
Read More
Sensasi Bersepeda di Kebun Raya

Sensasi Bersepeda di Kebun Raya

“A traveler without observation is a bird without wings.” – Moslih Eddin Saadi Ada satu hal paling menggelikan ketika saya pertama kali jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Sebuah tekad mengelilingi kebun raya dan menikmatinya tanpa alat bantu semisal mobil wisata wara-wiri. Buntutnya sudah bisa ditebak! Begitu pulang, kaki dan badan ini letihnya bagaikan tentara sehabis latihan perang, haha... *lebay mode on :lol: Sebenarnya saya sudah diperingati seorang teman. "Kebun raya itu luas, keliling naik mobil wisata wara-wiri aja biar bisa melihat dari ujung ke ujung", demikian sarannya. Tapi saya langsung menyanggah, "Ah, nggak asyik! Mau jalan kaki aja!". Pede! Tambah lagi teman jalan saya ketika itu anak kehutanan yang memang sudah biasa naik turun gunung. Klop lah tekad kita berdua! Eh eh, ternyata baru seperberapanya kita berdua sudah ngos-ngosan. Yah, tekad kami memang agak berlebihan sih. Menjelajah area sekitar delapan puluh tujuh hektar di siang hari terik dengan berjalan kaki! Fiuhhh.... Meski begitu...ajaibnya kami berdua tetap tak tertarik menaiki mobil keliling wara-wiri itu. Mata kami...
Read More
Hati yang Terpaut Jogokariyan

Hati yang Terpaut Jogokariyan

Postur masjid itu tak megah tetapi namanya melambung seantero negeri.  Jogokariyan.  Saya pertama kali mendengar nama masjid ini saat “ngelmu” di Youtube.  Nonton rekaman tabligh akbar yang diisi oleh Ustadz Salim A. Fillah dan Ustadz Felix Y. Siauw.  Sejak disebut-sebut sebagai masjid dengan pengelolaan terbaik, hati ini penasaran.  Maka ketika mengunjungi Yogya, Jogokariyan masuk dalam daftar kunjungan prioritas! Rasa bahagia menyeruak saat menjejak pertama kali di parkiran Masjid Jogokariyan.  Baru saja turun dari sepeda motor, mata ini sudah sibuk menjelajah ke area sekitar.  Masjid dua lantai dengan dominasi hijau muda itu terkesan sederhana.  Di sebelah kiri tempat parkir yang full atap itu terdapat bangunan yang saya duga masih menjadi satu bagian dengan masjid.  Hanya saja difungsikan sebagai apa, tak sempat tereksplor.  Maklumlah, keadaan tak memungkinkan untuk menengok lebih teliti karena saat itu para ikhwan ramai duduk-duduk di depannya.  Jadi saya langsung memilih masuk masjid saja! Saat itulah rasa heran saya bertambah-tambah.  Bahkan saat memasuki pintunya, aura sederhana bangunan Masjid ini sangat terasa. ...
Read More
Pretty Woman in Magnificent Land

Pretty Woman in Magnificent Land

Seperti Alice yang menemui hal-hal menarik saat memasuki Wonderland, pengunjung Taman Nasional Tanjung Puting pun akan mengalami hal serupa.  Inilah sebabnya, aktris sekaliber Julia Roberts pun menginjakkan kaki kemari, bahkan jauh sebelum ia terlibat dalam film Eat, Pray and Love di Bali.  Tahun 1992 aktris yang juga populer lewat film Pretty Woman itu mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting, bahkan membuat film dokumenter yang semakin mempopulerkan destinasi wisata ini di mata dunia. Saat wisatawan asing beramai-ramai kemari ingin menyaksikan primata langka yaitu Orang Utan di habitat aslinya ini, saya seperti sebagian penduduk asli Kalimantan Tengah lainnya malah belum pernah menginjakkan kaki kesana.  Dan saya merasa malu!  Terlebih saat menyadari fenomena seringnya saya bertualang ke kota lain dan melupakan keindahan daerah sendiri.  Itulah yang menyebabkan saya memutuskan salah satu destinasi yang dikunjungi tahun ini adalah Taman Nasional Tanjung Puting.  Yep, saya adalah wisatawan lokal! Kesempatan berkunjung tiba saat menemukan tanggal merah di Kalender pada hari sabtu, minggu dan senin di bulan April.  Saya pun...
Read More