“There is nothing permanent except change!” ~Heraclitus~

Punya grup WA?  Ada berapa grup yang kamu ikuti?  Sepuluh?  Dua puluh?  Atau mungkin ratusan??  Wowww!!  Tapi memang ada yang punya grup WA sebanyak itu!  Saya sendiri justru tipe yang agak selektif jika berurusan dengan gabung bergabung dengan grup ini.  Alasannya sederhana :  saya tak ingin menghabiskan waktu dengan mengikuti grup yang tidak akan memberikan kontribusi pada diri saya.  Kejam ya?  Tapi saya hanya ehm…sedang berusaha menata diri.  Itu saja!  *Please, jangan dibully habis ini yah…. 🙂

Sedihnya, salah satu grup yang saya meminta sendiri untuk bergabung (bukan diundang) justru memutuskan membubarkan diri.  Ini bukan seperti grup menulis yang saya ikuti dan memang menetapkan aturan jika tak menulis maka silahkan keluar!  Atau grup resensi yang jika tak setor resensi maka langsung di DO oleh adminnya.  Tapi grup ini bubar!  Iyess…bubar!  *Diulang-ulang biar muncul efek dramatis, wkwk…. 😆

Meski saya hanya sider aka silent rider di grup tersebut namun sejujurnya ini salah satu grup yang bikin saya betah manjat chat panjangnya.  Alasannya biarlah saya simpan sendiri, hehe….  Ntar kepanjangan Jeng, kalau ditulis!  Toh saya niatnya mau nulis tentang dinamikanya, bukan aspek romantis historisnya.

Saya memahami jika ada yang kecewa sebab dalam hati pun saya merasakan hal yang sama.  Namun ada sesuatu yang tak bisa kita hindari :  dinamika.  Pergerakan.  Perubahan.  Bukankah katanya bergerak itu tanda utama dari kehidupan?  Bahkan gunung yang kita sangka diam saja sesungguhnya bergerak sebagaimana firman Allah SWT :  “Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan…” (TQS. An-Naml : 88).

Jika gunung saja bergerak apalah lagi kita manusia.  Selama perubahan ini diarahkan pada visi menjadi lebih baik, mengapa tidak?  Kita ikuti saja!  Selama bergabung dan mendengarkan obrolan kawan-kawan disana, diam-diam saya merasakan motivasi besar untuk kembali menulis.  Obrolan ringan yang mengarah pada “ayo menulis” menjadi semacam energi yang mengisi kembali semangat untuk berbagi.  Itulah sebabnya blog lama yang hampir punah, saya transformasikan dalam blog baru ini.

Perubahan ini membuat saya banyak berpikir lalu menyusun ulang goals diri.  Terutama ketika hal ini terjadi bertepatan dengan awal tahun masehi.  2018.  Apa yang ingin dilakukan??  Banyak!  Banyak sekali sebab menyadari deadline kehidupan ini telah mendekati batas akhirnya.  Menulis untuk berbagi kebaikan masih menjadi salah satu prioritas.  Kali ini saya ingin ikut menantang diri (lagi) untuk menulis setiap hari selama 30 hari.  Upaya untuk menjadikan aktivitas menulis sebagai habits ini sudah pernah dijajal bersama komunitas Blogger Muslimah.  Meski rekor terbaik saya hanya berhasil menyelesaikan separuh, siapa tahu kali ini akhirnya saya berhasil menaklukkannya!

Konon perubahan itu sendiri merupakan salah satu rahasia dibalik dahsyatnya kekuatan alam.  Nuklir dan listrik merupakan salah satu diantara rahasia kekuatan energi alam yang berhasil dikembangkan manusia sebab memahami hukum kekekalan energi :  energi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan tetapi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain!

Air yang mengalir (entah dari sungai yang dibendung, waduk atau air terjun), bisa menggerakkan baling-baling.  Putaran baling-baling lalu memutar kumparan listrik sehingga energinya berubah menjadi energi listrik.  Dan yang paling spektakuler kita temui ketika energi yang ada di dalam atom dirubah menjadi energi nuklir.  Selain berguna sebagai pembangkit listrik, ia pun bisa dikembangkan sebagai senjata!  Konsep perubahan energi telah memberi kita kebermanfaatan besar dalam kehidupan.

Jadi jika perubahan adalah pangkal dari perbaikan, mengapa tidak??  Siapa tahu energi makan saya yang melonjak akhir-akhir ini bisa berubah menjadi habits berbagi kebaikan dalam bentuk tulisan!  Siapa tahu pula, ini memberi kontribusi timbangan kebaikan di hadapan-Nya kelak!  Ah, mari tak pernah henti berharap!

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (TQS. Ar-Ra’du : 11).

#ODOP day 1 of 30

*Ditulis sambil memikirkan rencana menulis 29 hari kedepan lagi!  *Mulai panik sendiri gegara mengeluarkan diri dari zona nyaman, wkwk… 😆

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *