Pohon Sakura Mekar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu hal yang paling saya suka saat membaca komik atau menonton kartun Jepang ketika kecil adalah melihat ilustrasi pohon sakura berbunga. Duh duh, rasanya gimanaaa gitu yah melihat para tokoh itu duduk menggelar tikar di bawah rindang pohon penuh bunga. Putih dengan sedikit pink, kuning muda, pink, hijau muda bahkan merah menyala. Semua mekar bersamaan sementara matahari musim semi bersinar lembut dan angin bertiup sepoi. Pas banget deh buat piknik keluarga sambil bermain juga membaca di bawahnya.

Piknik di bawah pohon sakura

Atau lain waktu, tokoh utama sedang jalan kaki. Dari ujung ke ujung, jalanan yang dilaluinya dipenuhi pohon sakura. Beberapa kelopak bunga melayang dan jatuh di bahu atau kepalanya. Mungkin karena tiupan angin atau mungkin juga karena sudah mendekati masa rontoknya. Terkadang jika angin agak kencang, kelopak bunga berjatuhan laksana rintik hujan. Hanya dengan membuka telapak tangan, helaian indah itu pun bisa kita sentuh. Ah, drama banget ya? Haha…. 😆

Sakura di Jepang

Itulah sebabnya, salah satu impian masa kecil saya, selain menjelajahi negeri empat musim (karena ehm…pengen nemu salju) adalah menemui sakura! Pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus sejenis dengan pohon prem, persik atau aprikot ini dikenal juga sebagai cherry blossoms. Ah, melihat mekarnya warna-warni sakura seolah cinta merebak di udara… 😆

Maka wajar pas dikasih tahu ada Sakura di Indonesia, tepatnya di Kebun Raya Cibodas, saya langsung senang aja! Saya lupa satu hal, di Jepang (yang notabene menjadikan Sakura sebagai bunga nasionalnya) saja hanya berbunga sekali setahun. Kuncup mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat.

Nah bagaimana di Kebun Raya Cibodas?? Ternyata usut punya usut, Sakura disini mekar sekitar bulan januari-februari dan agustus. Sayangnya, kunjungan saya ke kota Hujan ini seringkali tak bertepatan pada bulan-bulan mekarnya itu. Ugh…padahal udah ngarep banget, hiks… 😥

Tapi tentu saja itu tak menghalangi untuk menjelajah Kebun Raya Cibodas. Saya dan seorang teman berangkat dari Bogor naik angkot ke arah Cianjur. Untungnya perjalanan jauh begitu kami dapat tempat duduk di samping pak supir (sengaja nyari angkot yang masih kosong kursi depannya). Lumayan lama sih ngetem nunggu penumpang penuh. Tapi nggak papa lah, yang penting bisa lebih leluasa mengamati pemandangan sepanjang jalan. 😉

Begitu sampai kami langsung membeli tiket masuk seharga Rp. 9500/orang. Murah meriah yaa karena kami datang kesana tanpa membawa kendaraan bermotor! 🙂

Teman main saya : Imo Zaimah

Dan seperti biasa, kami langsung cek lokasi yang ingin didatangi pada peta yang dipajang di gerbang utama sekaligus mengabadikannya. Tujuan kami jelas : taman sakura, yang tentu saja belum jadwal berbunga. Ah, sepanjang jalan kesana suasana hijau bikin hati adem! Mana cuaca agak mendung-mendung syahdu pula, jadi pas lah buat jalan-jalan, haha…. 😆

Akhirnya manjat mencari jalan pulang sebab tak menemukan sakura… 😉

Nah, sayangnya ya satu itu…bukan jadwal sakura mekar! Coba kalau nggak, udah terbayang deh cantiknya pohon-pohon sakura yang berselimut bunga. Rumput hijau menghampar di bawah itu pastilah kontras dengan pohon sakura yang bunganya bermekaran! Belum lagi ada sungai kecil yang airnya terdengar berkecipak di bebatuan. Dingin ketika terpercik kulit. Lalu di belakang sana gunung dengan puncak tertutup kabut pun membingkai di kejauhan. Hmmm… *langsung ngebayangin deh kita, hehe…. 😉

Rehat nunggu jagung bakar di Taman Sakura yang tak berbunga

Ah, dasarnya emang belum rejeki menjumpai sakura mekar di Kebun Raya Cibodas yaa? Meski begitu kami tetap menikmati waktu disana lho…. Main air di sungai kecil, duduk di atas bebatuan di bawah pohon sakura (yang tak berbunga) sambil makan jagung bakar, sosis bakar, apel dan roti! Ternyata kami lapar setelah menjelajah, haha… 😆

Meski bukan akhir pekan, namun Kebun Raya Cibodas masih terlihat ramai dikunjungi. Ada perusahaan yang menyelenggarakan piknik karyawan bareng keluarga yang diisi outbond, karyawisata sekolah hingga pelancong mancanegara. Dan tentu saja kami : wisatawan yang sengaja mencari sakura padahal sudah tahu waktu ini diluar jadwal berbunganya! 😆

Sakura lambang kefanaan

Sakura oh sakura. Bunga yang hanya mekar 10 hari ini dianggap sebagai lambang kefanaan. Indah. Sangat-sangat indah. Tapi tak abadi! Sebab yang indahnya abadi menanti hanya syurga milik Allah SWT saja… 🙂

#ODOPOKT4

*Ditulis sambil membayangkan kembali indahnya sakura! Semoga tahun depan bisa benar-benar bertemu. Entah di Kebun Raya Cibodas atau di… 😉

 

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *