Judul Buku   :  Organize Your Life (Panduan OK Jadi Remaja Anti Lupa)

Penulis          :  Samantha Moss dan Profesional Teen Organizer Schwartz

Penerbit       :  Kaifa

Judul Asli     :  Where’s My Stuff

Penerjemah :  E. Esti Hapsari

Tebal            :  124 Halaman

Edisi             :  Cetakan I Tahun 2017

Sering tetiba kehilangan barang-barang penting di saat genting?  Mau bayar fotocopy eh, ternyata dompet ketinggalan?  Mau ke sekolah malah kunci raib jadi masalah?  Sulit mengatur efisiensi jadwal kegiatan dan bingung menentukan prioritas?  Terkadang kamar seperti kapal pecah??  Aih, saya banget itu!  *Ups, buka-buka aib!  😆

Mungkin inilah sebabnya sahabat saya membeli buku ini dan menyodorkannya ke depan mata.  Maksudnya agar bisa belajar  hal-hal praktis dari para penulis hidup sehat remaja, organisator remaja profesional dan seniman dalam kolaborasi apik ini.  Meskipun ketika ehm…mendapatkan buku ini, saya bukan remaja lagi!  Tapi tak apalah, selalu ada yang bisa diambil sebagai pelajaran kok.  Oke, kita mulai saja!

Buku ini terdiri dari empat bab utama yaitu persiapan, keperluan sekolah, waktu dan kegiatan serta kamarmu.  Di bab persiapan, pembaca diajak mencari tahu keuntungan hidup teratur.  Selain itu juga menganalisis kemampuan dalam mengatur sesuatu.  Skor Organizing Quotient (OQ) diperoleh dengan menjawab pertanyaan yang disediakan.  Hasilnya akan menjadi profil diri apakah termasuk si penunda yang perfeksionis, si tukang panik, si kebanyakan kerjaan atau si pemimpi ambisius yang nggak produktif.  Kalau saya sih dapatnya si penunda yang perfeksionis!  Konon profil ini menunjukkan keinginannya menyelesaikan tugas dengan sempurna tapi malah biasanya sama sekali tak dikerjakan.  Gubrak!!  😥

Di bab keperluan sekolah kita mendapat tips-tips pengelolaan buku-buku pelajaran yang menumpuk, PR, fotocopian, dll sehingga memudahkan pencarian ketika diperlukan.  Pengaturan ini dilakukan baik di rumah, tas ransel hingga loker.  Di bab waktu dan kegiatan kita mendapat panduan membuat agenda pribadi berdasar skala prioritas.  Lakukan sekarang, lakukan segera, lakukan nanti!  Sementara bab terakhir, kamar, memberi kita kesempatan untuk menata ulang denah dan isinya berdasar kebiasaan hidup sehari-hari.

Saya sih paling suka bab waktu dan kegiatan.  Mungkin karena masih kesulitan memfokuskan tenaga dan pikiran dalam dunia yang super sibuk ini.  Keluarga, teman-teman, pekerjaan, aktivitas keagamaan, blog hingga chat di berbagai aplikasi yang harus dibaca lalu dibalas!  Kita pastinya sama-sama paham bahwa kita tak punya cukup waktu untuk melakukan semua hal yang kita inginkan.  Oleh sebab itu, membuat rencana dan menetapkan prioritas merupakan cara terbaik dalam efisiensi waktu.

Terlebih sebagai muslim kita memahami bahwa waktu merupakan modal kehidupan.  Setiap manusia punya waktu yang sama, 86.400 detik, 1440 menit atau 24 jam yang terbagi dalam siang dan malam.  Meski demikian, kualitas hidup tentulah tak sama!  Tergantung dari upaya kita memaknai waktu.  Jika orang barat memaknai waktu hanya sebagai materi maka kita tentulah berbeda!  Dalam Islam, waktu bukanlah uang atau emas tetapi nyawa!  Jika telah terbuang atau hilang, takkan bisa tergantikan layaknya sebuah nyawa.

Sebagai muslim, memahami konsep tentang pemaknaan waktu beradasarkan aqidah itu penting.  Namun merincinya dengan perkara praktis seperti yang ada dalam buku ini juga lumayan berguna.  Meski tentunya dengan aqidah yang berbeda, Samantha dkk takkan mengarahkan remaja muslim agar menjadi pribadi yang menginvestasikan waktu untuk berjual beli dengan Allah SWT saja.  Namun buku setebal 124 halaman ini layak dimiliki tak hanya oleh remaja saja.  Para ibu, tenaga pendidik, kakak-kakak pembina yang seringkali bersentuhan dengan dunia remaja pun bisa memetik manfaat dari tips-tips praktisnya.

Oh iya, buku ini juga punya kualitas kertas yang bagus dan memanjakan mata dengan warna-warninya.  Ilustrasinya pun keren!  Hanya saja sayang, jilidannya mudah lepas.  Milik saya ini sudah tercerai-berai lembarannya sejak ehm…pasukan negara api (keponakan) menginvasi!

Jadi, kapan kamu baca buku ini? 😉

#ODOP Day 3 of 30

*Ditulis sambil dikejar-kejar deadline setoran… 😆

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *