Hei, menghilang kemana aja?? Pertanyaan ini sering terdengar akhir-akhir ini sebab tenggelamnya saya di dunia maya. Facebook tak tersentuh. Jangankan bikin status, share satu berita pun tidak. Hanya sesekali menyempatkan jempol nempel pada beberapa status teman ketika punya waktu senggang. Instagram pun hanya satu dua kali disemarakkan. Apalah lagi twitter yang memang sejak dulu jarang digunakan! Makinlah ia tak tersentuh sama sekali, hehe….

Duh, sesibuk apakah sampai segitunya? Hmmm…nggak sibuk juga sih! Cuma memang sedang mengurangi aktivitas. Beberapa tahun ini, kesehatan terasa menurun. Penyakit yang tak pernah terpikir akan mampir di tubuh setrong ini pun tetiba muncul. Ups, sejujurnya bukan tetiba ya? Hal ini muncul karena gaya hidup buruk yang dijalani selama ini. Bukankah kita hanya menuai apa yang ditanam di masa lalu? Fiuh, rasanya sulit menerima kenyataan bahwa tubuh tak setangguh dulu! Padahal ada dua orang yang harus dirawat : Ama yang sekarang rambutnya telah sempurna memutih dan Mama’ yang meski masih muda namun rentan. Ah, hari ketika melihat semua hasil check up itu terasa berat sangat!

Hari dimana seorang dokter menyayangkan kelalaian penanganan penyakit. Hari dimana dokter memberi setumpuk obat-obatan yang seolah tak ada habisnya. Hari dimana dokter memberikan petuah, mana yang boleh dan tak boleh dilakukan agar segera move on dari vonisnya. Oke, pengantarnya cukup sampai disana saja sebelum menjadi curhat, hehe….

Mungkin inilah titik balik dimana saya makin menyadari pentingnya sehat. Bahwa kesehatan itu adalah anugerah luar biasa yang diberikan Pencipta pada hamba-Nya. Lebih menghayati hadits yang dituturkan oleh Ibnu Abbas ra, “Nabi SAW bersabda : Dua kenikmatan yang dapat memperdaya banyak manusia adalah sehat dan waktu luang”. (HR. Bukhari)

Masya Allah, serasa diingatkan kembali betapa sering menyiakan keduanya. Sehat dan waktu luang. Merasa sehat lalu abai menjaganya. Merasa masih banyak waktu lalu bersantai-santai mengejar kebaikan. Padahal siapapun tahu, kesehatan kudu dijaga dengan gaya hidup sehat. Waktu harus dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga hidup kita menjadi sebuah mahakarya. Tapi namanya juga manusia, lagi-lagi jika telah diliputi keduanya maka lalai pun bertandang. Seperti saya!

Layaknya printer yang butuh direset, mungkin manusia pun begitu. Perlu menyetel ulang program kesehatan dan waktu agar hidup tak berlalu sia-sia. Berada di ranjang IGD lalu menjalani banyak pemeriksaan membuat benak saya berpikir, “Akankah besok saya masih bisa melihat senyum Mama’ di pagi hari ketika menyiapkan sarapan? Apakah saya masih bisa mendengar lagi cerita-cerita Ama yang seolah tak berkesudahan itu? Hati ciut rasanya. Ya Rabb, saya belum siap. Masih banyak yang belum saya lakukan demi mendapat keridhaan-Mu. Bagaimana ini?? Ah, baru kembali sadar betapa berharganya waktu.

Maka saat kesempatan sehat datang, tekad pun mengembang. Wajib belajar tentang tubuh dan metabolismenya. Perlu belajar tentang pangan dan gizinya. Harus mengenali penyakit dan mencari cara penyembuhannya. Lalu bersabar atas setiap prosesnya. Begitulah saya menghabiskan waktu. Belajar dan merawat diri serta keluarga. Mentransfer pemahaman pada mereka. Sebab tak mudah mengubah habits yang telah mengurat akar selama ini. Perlu waktu berbulan untuk meyakinkan bahwa cinta kami yang berlebihan pada gula dan garam bisa membahayakan, misalnya. Perlu pembicaraan panjang agar semua memahami apa yang saya ketahui. Perlu menciptakan suasana baru agar seluruh anggota keluarga saling dukung. Bahwa sehat dimulai dari gaya hidup. Bahwa manusia hidup bukan untuk makan. Namun makan untuk bertahan hidup. Hidup singkat, sesaat guna mencari bekal menuju negeri akhirat.

Dari Ibn Umar ra berkata: Rasulullah saw. memegang kedua pundak saya seraya bersabda: “Hiduplah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara,” Ibnu Umar berkata: “Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu”.(HR. Bukhari)

Jadi, ayo kita jalani hidup sehat. Kesehatan itulah yang nantinya akan membuat kita makin cantik. Juga produktif meraih ridha-Nya! Insya Allah. 😉

*Ditulis setelah cuti bersama tiba dan program bikin kue kering lebaran terselesaikan lalu berniat mulai aktif lagi menulis di blog pribadi… 😉

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *