Jeng Kelin

Jeng Kelin

Episode Alin “Itu perlu pendampingan, Mbak! Kalo sampeyan biarkan, bisa kacau nanti!”, sembur Jeng Kelin serta merta. Sang terdakwa, Alin, perempuan awal tiga puluhan yang baru menyesuaikan diri dengan amanah barunya sebagai ibu itu tersentak kaget. Belum pernah dalam pengalamannya berinteraksi dengan manusia-manusia dari komunitas ini diperlakukan begini. “Itu amanah lho, Mbak! Kita dimintai pertanggungjawaban...”, serbunya lagi. Alin, ibu muda itu menelan ludah. Pahit. Namun lebih pahit terasa di hatinya. Ia tak menyahut sepatah kata pun, hanya mengeluarkan senyum kecut yang dipaksakan. Sungguh, jika bisa ia ingin tenggelam dalam retakan bumi secepatnya. Ia sukses dipermalukan dihadapan junior-juniornya! Episode Aisyah “Kamu gimana? Masihkah permasalahanmu yang dulu itu?”, lagi-lagi Jeng Kelin mencecar korbannya. Kali ini Aisyah, ibu muda, benar-benar muda karena ia menikah tepat di awal dua puluhan. Ia bahkan masih berstatus anak kuliahan saat menikah dua tahun lalu. “Masalah apa, Mbak?”, tanya Aisyah pelan sambil menggendong putrinya. Meskipun tersenyum, namun mulai terlihat ketidaknyamanan dalam gerak-geriknya. “Lho...dulu masalahmu apa?”, tembak Jeng Kelin kembali. “Hehe...”, Aisyah mencoba mengatasinya dengan tawa...
Read More