Sehat, Cantik, Produktif

Sehat, Cantik, Produktif

Hei, menghilang kemana aja?? Pertanyaan ini sering terdengar akhir-akhir ini sebab tenggelamnya saya di dunia maya. Facebook tak tersentuh. Jangankan bikin status, share satu berita pun tidak. Hanya sesekali menyempatkan jempol nempel pada beberapa status teman ketika punya waktu senggang. Instagram pun hanya satu dua kali disemarakkan. Apalah lagi twitter yang memang sejak dulu jarang digunakan! Makinlah ia tak tersentuh sama sekali, hehe.... Duh, sesibuk apakah sampai segitunya? Hmmm...nggak sibuk juga sih! Cuma memang sedang mengurangi aktivitas. Beberapa tahun ini, kesehatan terasa menurun. Penyakit yang tak pernah terpikir akan mampir di tubuh setrong ini pun tetiba muncul. Ups, sejujurnya bukan tetiba ya? Hal ini muncul karena gaya hidup buruk yang dijalani selama ini. Bukankah kita hanya menuai apa yang ditanam di masa lalu? Fiuh, rasanya sulit menerima kenyataan bahwa tubuh tak setangguh dulu! Padahal ada dua orang yang harus dirawat : Ama yang sekarang rambutnya telah sempurna memutih dan Mama’ yang meski masih muda namun rentan. Ah, hari ketika melihat semua...
Read More
Manusia dan Ujian

Manusia dan Ujian

Malam itu kami galau. Saya dan seorang sahabat. Menyadari kehidupan yang singkat. Waktu berlalu demikian cepat. Tanpa sadar usia telah makin meningkat. Namun kualitas diri tetap tak berperingkat. Keesokannya galau itu bertambah berat. "Aku pilih tidur", ujarnya. "Aku pilih nonton", saya menimpali. Bentuk pelarian sesaat dari berbagai problem yang tak pernah istirahat. Pekerjaan, keluarga hingga diri sendiri. Semua menumpuk dan membuat mood berantakan. Labil. Layaknya cuaca yang tak bisa diprediksi. Sebentar cerah namun bisa mendadak hujan badai. Ah, entahlah! Kami bicara tentang ujian hidup. Menyadari semakin hari semakin kompleks yang kami hadapi. Jauh sekali dari masa lalu yang serba mudah. Kepusingan kami hanya seputar tugas sekolah atau skripsi. Paling banter berantem dengan teman atau saudara. Sekarang? Alamak...semua numplek blek! Bentuknya melingkar bak benang kusut yang tak jelas mana ujung pangkalnya. Masalah oh masalah. Jika ia merupakan sebuah persoalan yang memerlukan pemecahan, memformulasikan jawaban tepatnya sih mudah. Tinggal tengok syariat Allah, selesai! Al Qur’an punya jawaban atas setiap masalah yang kita hadapi. Allah SWT...
Read More
Nggosip Era Digital

Nggosip Era Digital

Sadar nggak sih jika perubahan teknologi itu telah membuat perilaku manusia juga berubah?? Dulu, silaturahmi di hari raya itu ya dengan saling mengunjungi. Sementara sekarang? Cukup dengan jempol yang menari-nari di atas handphone, kita sudah bisa menjangkau semua kenalan. Lalu saat pesan mohon maaf lahir batin itu dikirim, jawaban yang didapat pasti serupa : “Ya, sama-sama”.  Aduhai! Belum lagi fenomena munculnya selebriti-selebriti dadakan dalam dunia digital. Semua orang punya kesempatan memanfaatkan akses tanpa batas ini sehingga bisa “mendadak seleb” jika memang punya nilai jual. Selebgram-selebgram bertumbuh ibarat jamur di musim hujan. Budaya berburu like dan follower mengudara. Teknologi telah membuat waktu dan jarak menjadi tak berarti. Kita bisa berbincang dengan teman di belahan bumi lainnya dengan biaya murah meriah. Kita bisa mengenal para selebriti atau selebgram sampai pada detail terkecil. Lihat saja perbincangan viral akhir-akhir ini yang membahas baper-baperan!  Setelah sebelumnya Raisa-Hamish sukses bikin hari pertunangan mereka jadi hari patah hati nasional, sekarang disusul oppa-oppa korea yang konon tenarnya seantero jagad itu...
Read More
Filosofi Kopi

Filosofi Kopi

Segelas kopi hitam panas mengepulkan asap dalam gelas alumunium tempo dulu.  Gelas ukuran kecil itu jika diseruput akan menyuguhkan sensasi manis dan pahit sekaligus.  Ya, ini kopi yang terbiasa disuguhkan oleh tetua di rumah kami sejak dulu.  Neya1 termasuk pecandu kopi!  Begitu pula Ama2!  Jika pagi tiba, aroma kopi hitam manis nan pekat itu pasti menguar.  Menemani sarapan bersama kue-kue tradisional.  Maka wajar jika kebiasaan itu menurun dan menimbulkan efek tetiba rasanya dunia ini hampa saat pertama kali dapat larangan minum kopi dari dokter!  Oke, kalimat itu memang lebay pake bingits, hehe.... :) Tapi bagi kami, life begins after coffee itu memang terjadi!  Kopi seolah menjadi mood booster terbaik saat memulai hari, mengatasi rasa ngantuk hingga kumpul-kumpul bersama teman dan keluarga.  Unsur kopi menjadi pelengkap terbaik dalam keseharian.  Aih, sok romantis ala pecinta kopi banget ya?  Haha... :lol: Hmmm...sebenarnya sih tulisan ini bermula gegara timeline media sosial saya menghambur pro kontra seputar Starbucks.  Sebagaimana yang kita ketahui, warung kopi raksasa yang berpusat...
Read More