Negeri Sakti

Negeri Sakti

Hei...pernahkah kamu mendengar tentang Negeri Sakti? Jika belum, mari saya ceritakan sedikit. Maklumlah, baru-baru ini saya sedang doyan jalan-jalan. Jadi bawaannya pengen cerita tentang kesan-kesan pada sesuatu yang dilihat dan rasakan. Kok yaaa...kalau dipendam itu sayang pake bingits! Lagipula katanya, kalau nggak dikeluarin malah bisa jadi penyakit! Bahaya kan?? Adapun tentang Negeri Sakti ini, saya sudah mendengarnya sejak lama. Ama pernah mendongeng di masa kecil, "Nak, orang bilang negeri yang dipimpin trah para bangsawan itu banyak dzalim. Ia membedakan manusia berdasarkan darah yang sejatinya berwarna merah. Tapi tahukah kamu? Hakikat kekuasaan itu sama saja. Lihatlah Negeri Sakti..." Lalu mengalirlah kisahnya. Bahwa pemimpin negerinya tak disebut raja namun presiden. Tapi kekuasaannya sama, tak mengenal batas dan waktu juga. "Jadi bisa seumur hidup, Ma?", tanya saya yang masih polos. "Teorinya sih nggak bisa, Nak! Tapi namanya juga Negeri Sakti. Siapapun yang berkuasa, dia boleh bikin aturan. Dan aturan itu disetting seolah rakyatlah yang menginginkannya...". Saya manggut-manggut padahal tak terlalu mengerti maksudnya. Beberapa tahun kemudian, kami menyaksikan hal baru....
Read More