Berjuang Lalu Bersyukur

Berjuang Lalu Bersyukur

“Setidaknya diriku merasa tenang sudah diperjuangkan walaupun nggak ada hasilnya”, kalimat ini melintas dalam chat bersama seorang rekan.  Saya langsung ngakak.  Geli ketika mendengar kalimat milik saya itu dilontarkan kembali oleh orang lain.  Tapi kalimat ini memang pernyataan terjujur yang pernah saya ungkapkan padanya.  Ada sejarah panjang kemunculan kalimat sederhana itu. Pada suatu keadaan, saya pernah mengambil satu keputusan ekstrim.  Entahlah.  Mungkin setelah diterpa berbagai badai kehidupan (duh, bahasanya yah? :lol: ), saya mulai nekad memintas jalan.  Salah??  Tentu saja!  Tapi namanya manusia, pasti aja selalu punya pembenaran atas keputusan-keputusannya.  Termasuk saya yang saat itu lagi dilema.  #Eaaa.... Ah, mengenangnya aja masih terasa manis asem asinnya!  Singkatnya, masa itu bisa dibilang masa kegelapan saya deh.  Akibatnya semua serba salah.  Ehm...bukannya nggak tahu sih bakal ada buntut panjang begini.  Tahu...tapi itulah keputusan terbaik kala itu yang bisa saya lakukan.  Titik! Apa yang terjadi kemudian??  Saya perlu waktu  hampir empat tahun untuk memperbaikinya.  Tahun pertama yang terberat karena saya harus menelan semua tudingan dan amarah. ...
Read More