Gara-gara Janggut

Gara-gara Janggut

Ikhwan berjanggut? Ehm...ikhwan yang mana nih? Eits, sebenarnya bukan mau ngebahas ikhwan kali ya? Tapi karena janggut itu milik ikhwan, terpaksa deh kita bawa-bawa... :lol: Kisah sebenarnya sih sederhana. Suatu hari saya ngobrol dengan salah satu sahabat. "Eh, gimana kabarnya si ucup?", tanya saya tiba-tiba teringat adiknya yang baru wisuda beberapa waktu lalu. Maka meluncurlah kisah si kakak tentang suka duka si adik melamar pekerjaan dengan latar pendidikan teknik mesinnya. Dari total sekian ratus pelamar di perusahaan tambang itu, hanya puluhan orang yang memenuhi syarat dan mendapat panggilan wawancara. Dan dari sekian orang yang diwawancara, Ucup kelihatannya belum juga memenuhi kriteria. Duh, susah amat ya? Sampai beberapa waktu lalu, Ucup mendadak mendapat panggilan kerja. Memang sih bukan mengisi posisi yang semula dilamar. Tapi justru itu ajaibnya. Ia diminta mengelola cabang usaha lain perusahaan tersebut. Langsung deh saya heboh mendengarnya! "Tahu nggak pas ditanya kenapa dia diterima?", tanya sahabat saya. "Emang apa kata bosnya?", saya penasaran juga akhirnya. "Gara-gara janggut!", jawabnya sambil tertawa geli. Hah?? Nggak salah...
Read More