Sang Tersangka (Bagian 3)

Sang Tersangka (Bagian 3)

Fatimah berjalan gontai keluar dari stasiun.  Memutuskan mencari hotel di sekitar stasiun dan tidur.  Ia lelah.  Tangannya melambai lemah pada taksi di depannya.  Namun baru saja masuk, Fatimah langsung terperanjat. “Kamu??”, Ayub duduk di hadapannya sebagai sopir dan langsung menjalankan mobil tanpa komando.  Ia tersenyum lewat kaca spion.  Namun dalam beberapa detik senyumnya hilang dan ia mulai memacu mobilnya. “Dengar, aku tak punya banyak waktu.  Selain kamu, masih ada yang mengikutiku”, ujarnya dengan suara serius sembari memberi kode ke belakang. Fatimah memalingkan kepala dan melihat sebuah mobil mengikuti di belakang mereka.  “Siapa mereka?  Kamu nggak sedang bikin drama kan?”, tuduh Fatimah. “Terserah kamu menganggapnya apa.  Aku sekarang cuma sedang memperingatkanmu.  Kamu sepertinya jurnalis amatiran yang masih polos.  Tak usah terlibat dalam kasus ini jika kamu masih ingin hidup nyaman...”, ujar Ayub sambil berusaha menyalib beberapa mobil di hadapannya semena-mena.  Namun jalanan Yogya di pagi hari jam kerja itu cukup ramai.  Sulit baginya menjauhi mobil yang nyata-nyata mengikuti di belakang.  Bisa dibayangkan akibatnya, tubuh Fatimah...
Read More