Liburan ke Padang, Jangan Lupa Bawa Oleh-Oleh Berikut Ini

Liburan ke Padang, Jangan Lupa Bawa Oleh-Oleh Berikut Ini

Pengen bawa oleh-oleh buat keluarga dan sahabat setelah menikmati liburan seru di Padang tapi masih belum punya bayangan bakal beli apa? Padang punya banyak makanan dan juga kerajinan tangan yang bisa kamu bawa pulang ke rumah. Beberapa yang paling banyak dicari oleh wisatawan adalah oleh-oleh berikut ini. Songket sumber:songketsiluang.com Kain songket khas Padang menjadi oleh-oleh yang paling diburu oleh wisatawan. Selain cantik, membawa kain songket ke dalam pesawat pun mudah. Bisa langsung dimasukkan ke dalam tas dan tak perlu perlakuan khusus selama di pesawat. Harga kain songket memang cukup mahal sih, terlebih jika tenunannya tradisional. Tapi tenang, biar bisa membawa pulang songket cantik ini, kamu bisa membeli tiket pesawat murah pulang pergi ke Padang. Nah, sisa uang transportasinya bisa buat beli songket cantik deh! Rendang Daging sumber:resepasik.com Rendang memang mudah ditemukan di mana-mana, karena resto Padang ada di seluruh penjuru Indonesia, bahkan dunia. Namun soal rasa, tak ada yang seenak rendang di kota asalnya. Bumbu dan daging rendang asli dari Padang benar-benar lezat, tak akan kamu temui...
Read More
Travel Writer

Travel Writer

Judul Buku : Travel Writer Penulis       : Yudasmoro Penerbit     : Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai Cetakan 1  : Juli 2012 "The world is a book and those who do not travel, read only one page" ~ St. Augustine Traveling ke berbagai tempat eksotis baik dalam maupun luar negeri? Duh, siapa sih yang nggak pengen?! Apalagi setelah menyimak petualangan ala Gemala Hanafiah, Trinity atau Alexander Thian. Tulisan renyah menggoda mereka bikin kita jadi pengen segera mengepak barang ke dalam ransel, memesan tiket dan ikut bertualang! Naik daunnya aktivitas melancong sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini telah membuat profesi travel writer booming dan menjadi sesuatu yang diidam-idamkan. Travel writing terlanjur dianggap sebagai kegiatan mengasyikkan dalam mengisi waktu luang. Padahal hakikatnya, seorang travel writer adalah sosok profesional yang harus bekerja dengan standar kualitas tertentu. Bukan hanya bersenang-senang. Di bab 1, Yudasmoro mengajak kita mengunjungi destinasi Apa itu Travel Writer? Dibahaslah seluk-beluk travel writer apakah sekedar hobi atau justru profesi? Apa saja yang harus dimiliki sebagai...
Read More
Mencari Sakura di Cibodas

Mencari Sakura di Cibodas

                        Satu hal yang paling saya suka saat membaca komik atau menonton kartun Jepang ketika kecil adalah melihat ilustrasi pohon sakura berbunga. Duh duh, rasanya gimanaaa gitu yah melihat para tokoh itu duduk menggelar tikar di bawah rindang pohon penuh bunga. Putih dengan sedikit pink, kuning muda, pink, hijau muda bahkan merah menyala. Semua mekar bersamaan sementara matahari musim semi bersinar lembut dan angin bertiup sepoi. Pas banget deh buat piknik keluarga sambil bermain juga membaca di bawahnya. Atau lain waktu, tokoh utama sedang jalan kaki. Dari ujung ke ujung, jalanan yang dilaluinya dipenuhi pohon sakura. Beberapa kelopak bunga melayang dan jatuh di bahu atau kepalanya. Mungkin karena tiupan angin atau mungkin juga karena sudah mendekati masa rontoknya. Terkadang jika angin agak kencang, kelopak bunga berjatuhan laksana rintik hujan. Hanya dengan membuka telapak tangan, helaian indah itu pun bisa kita sentuh. Ah, drama banget ya? Haha.... :lol: Itulah sebabnya, salah satu impian masa kecil saya, selain menjelajahi negeri empat musim (karena ehm...pengen nemu...
Read More
Sensasi Bersepeda di Kebun Raya

Sensasi Bersepeda di Kebun Raya

“A traveler without observation is a bird without wings.” – Moslih Eddin Saadi Ada satu hal paling menggelikan ketika saya pertama kali jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Sebuah tekad mengelilingi kebun raya dan menikmatinya tanpa alat bantu semisal mobil wisata wara-wiri. Buntutnya sudah bisa ditebak! Begitu pulang, kaki dan badan ini letihnya bagaikan tentara sehabis latihan perang, haha... *lebay mode on :lol: Sebenarnya saya sudah diperingati seorang teman. "Kebun raya itu luas, keliling naik mobil wisata wara-wiri aja biar bisa melihat dari ujung ke ujung", demikian sarannya. Tapi saya langsung menyanggah, "Ah, nggak asyik! Mau jalan kaki aja!". Pede! Tambah lagi teman jalan saya ketika itu anak kehutanan yang memang sudah biasa naik turun gunung. Klop lah tekad kita berdua! Eh eh, ternyata baru seperberapanya kita berdua sudah ngos-ngosan. Yah, tekad kami memang agak berlebihan sih. Menjelajah area sekitar delapan puluh tujuh hektar di siang hari terik dengan berjalan kaki! Fiuhhh.... Meski begitu...ajaibnya kami berdua tetap tak tertarik menaiki mobil keliling wara-wiri itu. Mata kami...
Read More
12