Judul Buku : Travel Writer

Penulis       : Yudasmoro

Penerbit     : Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai

Cetakan 1  : Juli 2012

“The world is a book and those who do not travel, read only one page” ~ St. Augustine

Traveling ke berbagai tempat eksotis baik dalam maupun luar negeri? Duh, siapa sih yang nggak pengen?! Apalagi setelah menyimak petualangan ala Gemala Hanafiah, Trinity atau Alexander Thian. Tulisan renyah menggoda mereka bikin kita jadi pengen segera mengepak barang ke dalam ransel, memesan tiket dan ikut bertualang!

Naik daunnya aktivitas melancong sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini telah membuat profesi travel writer booming dan menjadi sesuatu yang diidam-idamkan. Travel writing terlanjur dianggap sebagai kegiatan mengasyikkan dalam mengisi waktu luang. Padahal hakikatnya, seorang travel writer adalah sosok profesional yang harus bekerja dengan standar kualitas tertentu. Bukan hanya bersenang-senang.

Di bab 1, Yudasmoro mengajak kita mengunjungi destinasi Apa itu Travel Writer? Dibahaslah seluk-beluk travel writer apakah sekedar hobi atau justru profesi? Apa saja yang harus dimiliki sebagai pendukung menjadi travel writer? Atau keuntungan dari profesi yang konon dinobatkan sebagai the best job in the world ini.

Destinasi di bab 2, kita diajak Mengenal Jurnalistik. Dari jurnalisme sastra, jurnalisme naratif, feature hingga bagaimana melakukan wawancara. Destinasi di bab 3, Menggandeng Fotografi sehingga bisa melengkapi kisah perjalanan kita. Apakah itu foto travel, mempersiapkan kamera, tak harus lanskap dan menggunakan DSLR tapi kualitas high resolution dan terutama kreatif saat memotret. Destinasi bab 4, traveling.

Destinasi 5,6,7 dan 8, akan lebih fokus pada Mengenal Travel Writing, Memulai Travel Writing, Contoh-contoh artikel travel religi, adventure, culture, profil, horor, sighseeing (wisata kota) hingga kuliner. Selain itu juga dibahas masalah-masalah yang ditemui. Lengkap!

Baru ditutup oleh-oleh berupa motivasi Mulailah dari Sekarang! Bahwasanya travel writer itu ibarat pedagang yang memegang resiko besar. Namun jika basisnya adalah jurnalistik, bekerja dengan penuh kreativitas dan kesenangan maka akan segera muncul Sang Travel Writer.

Secara keseluruhan buku ini menarik, jujur dan aplikatif. Mulai dari tataran filosofis hingga bisnis yang berkaitan dengan travel writer ada disini. Idealisme Yudasmoro sebagai travel writer profesional tumpah ruah memperkaya kesadaran kita bahwa travel writer bukan hanya tentang traveling. Namun menjalani profesi sebagai traveler sekaligus writer yang setelah dijalani sungguh-sungguh, tak selalu penuh “suka” sebagaimana anggapan kebanyakan orang saat ini.

#resensi 20 februari 2018 di WAG Baca Yuk!

Facebooktwittergoogle_pluspinteresttumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *